Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Herlini: Pencabutan Perda Miras Ancam Keamanan Masyarakat

Herlini: Pencabutan Perda Miras Ancam Keamanan Masyarakat
Senayan (24/01) Anggota DPR RI FPKS dari Dapil Kepri Herlini Amran menyampaikan rasa prihatin dan berduka yang sangat mendalam bagi korban dan keluarga kecelakaan maut di Tugu Tani, Jakarta (22/01). Dalam kecelakaan tersebut, sembilan nyawa terenggut oleh ‘Supir mabuk’ pengendara Mobil Minibus.

Herlini mengecam Pemerintah terkait pencabutan Perda Miras oleh Kemendagri beberapa hari silam. Pencabutan Perda Miras akan berdampak mengancam ketertiban dan keamanan masyarakat. Semangat dibuatnya Perda Miras tersebut untuk melarang peredaran miras di daerah dalam upaya menjamin ketertiban dan keamanan masyarakat. Salah satu dampaknya seperti Kecalakaan maut di Tugu Tani lalu merupakan efek dari Minuman keras dan Narkoba.

Herlini pun menyesalkan Terjadinya kecelakaan tersebut dikarenakan lemahnya kontrol pemerintah terhadap ‘Pemakai miras’ dan pengguna Narkoba, sehingga mereka lebih leluasa mengkonsumsi ‘barang haram’ tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak bersalah.

Setidaknya ada Sembilan Perda Miras yang diminta untuk dicabut oleh Kemendagri karena tidak sesuai dengan Keppres No. 3 Tahun 1997. Beberapa diantaranya, Perda Kota Tangerang No.7/2005 tentang Pelarangan, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, Perda Kota Bandung No. 11/2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol; dan Perda Kabupaten Indramayu No.15/2006 tentang larangan Minuman Beralkohol.

“Pemerintah seharusnya jangan gegabah dalam mengambil tindakan melakukan pencabutan perda Anti Miras tersebut, apalagi di tengah kultur masyarakat Indonesia yang religius, hampir dipastikan seluruh masyarakat mendukung Perda Anti miras,” ujar herlini.

“Peredaran miras saat ini sulit dikendalikan, swalayan bahkan mini market sudah merajalela menyediakan miras” “Sudah menjadi trend anak muda saat ini ‘nongkrong’ sambil ‘minum’ di supermarket yang menyediakan minuman beralkohol.”

Herlini mendesak, “Aparat keamanan harus meningkatkan razia miras di berbagai tempat, termasuk di mini market yang menyediakan miras. Selama ini razia miras dilakukan momentual saja, itupun biasanya informasi mau ada razianya sudah bocor.”

Data dari WHO tahun 2011 lalu menunjukkan Tak kurang dari 320.000 orang antara usia 15-29 tahun setiap tahun meninggal karena berbagai penyebab terkait alkohol. Jumlah ini mencapai 9% dari seluruh kematian dalam kelompok usia tersebut dan alkohol juga merupakan penyebab sepertiga dari kematian pada anak-anak muda di beberapa bagian dunia.

“Dengan adanya Perda Anti Miras di daerah justru keamanan akan lebih tertib dan tingkat kriminalitasnya rendah, Apalagi  jika Perda dicabut, sementara kontrol dari pemerintah masih kurang. Yang akan terjadi tentu saja akan lebih parah lagi ? pasti kejahatan akan semakin merajalela,” Pungkas Herlini yang juga Anggota DPS PKS.

Herlini pun mendesak, “Pemerintah harus mendesak daerah yang belum memiliki Perda Anti miras untuk segera membuat peraturan seperti ini demi menertibkan dan melindungi masyarakatnya dari tindakan kriminal.”
http://www.pk-sejahtera.org/content/herlini-pencabutan-perda-miras-ancam-keamanan-masyarakat
Read more »

Pengamat Politik Jateng: Kader Perempuan PKS Militan

Pengamat Politik Jateng: Kader Perempuan PKS Militan
SEMARANG - Kader perempuan PKS mempunyai militansi yang kuat dalam penggalangan massa. Mereka dikenal ulet dan tangguh dalam mengenalkan misi dan program partai di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik Jateng, Muh Yulianto ketika memaparkan riset Peluang dan Tantangan PKS dalam Menghadapi Pemilu 2014 dalam rangkaian kegiatan Pra Muskerwil DPW PKS Jateng, Minggu (22/1).

"Untuk itu, kader perempuan PKS dapat diusulkan untuk menjadi tim sukses di lapangan," tegas Yulianto.

Hal ini sejalan dengan program yang dipaparkan oleh Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jateng, dr. Marijati bahwa setiap kader diharapkan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Untuk itu, setiap kader perempuan di PKS harus mampu melakukan pendekatan pada minimal 10 tetangga yang ada di sekitarnya dyang selaras dengan program Khusnul Jiwar (Berbuat baik pada tetangga).

Selain itu, program terkait yang digarap oleh Deputy Ketahanan Keluarga adalah pemberian bibit sayuran dan benih ikan untuk dapat dikembangkan dirumahnya sendiri. "Dengan adanya hal tersebut, diharapkan membantu ekonomi keluarga yaitu tidak mengeluarkan dana untuk membeli lauk pauk, sehingga setiap keluarga hanya tinggal menyiapkan beras saja," ujar Marijati.

Kegiatan Pra Muskerwil digelar PKS Jateng selama dua hari penuh untuk membahas program kerja tahun 2012. Fokus program tahun ini PKS mencanangkan sebagai tahun mobilisasi bagi pemenangan Pemilu 2014 mendatang.
http://www.pk-sejahtera.org/content/pengamat-politik-jateng-kader-perempuan-pks-militan
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN

KOLOM